FdBNug3og029aauasyNXlTFHjRJFgNaKycZdy6mc

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Cetak Biru Manajemen Pendidikan di Balik Kisah Qurban

Saya masih berstatus mahasiswa semester 3, saat Raihan grup nasyid asal Malaysia, meluncurkan lagu berjudul “Iman Mutiara". Bagian reff (chorus) dari lagu tersebut berbunyi: “Iman tak dapat diwarisi dari seorang ayah yang bertakwa. Contoh dari lirik lagu tersebut ada pada Kan’an, yang menolak ajakan Nabi Nuh— ayahnya, untuk bertauhid kepada Allah SWT (QS. Hud Ayat 42–43).

Namun kisah Ayah dan anak yang bertaqwa, yang kemudian menjadi asal mula pelaksanaan ibadah Qurban juga diabadikan dalam Al Qur’an, yaitu kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Percakapan antara keduanya sangat menyentuh hati. Memotivasi siapapun yang membaca kisahnya untuk memperbanyak doa agar memiliki keturunan yang saleh/ah, sekaligus introspeksi seberapa baik dalam mendidik anak.

“Maka ketika anak itu sampai pada (umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, ‘Wahai anakku!' Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!' Dia (Ismail) menjawab, 'Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku, termasuk orang yang sabar.'”(QS. Ash-Shaffat ayat 102).

Ayat tersebut mengandung banyak hikmah, antara lain ujian ketaatan, pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak, dan kesabaran. Melalui mimpi, Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih Ismail, putranya.  Perintah yang sangat berat mengingat Nabi Ibrahim telah menanti lama untuk memperoleh keturunan. Inilah bukti ketundukan mutlak kepada Allah SWT lebih utama daripada ikatan dunia.

Sebelum melaksanakan perintah, Nabi Ibrahim menyampaikannya terlebih dahulu kepada Nabi Ismail untuk meminta pendapatnya. Pendekatan ini menunjukkan pentingnya komunikasi dua arah antara orang tua dan anak. Persetujuan Nabi Ismail adalah bentuk bakti yang luar biasa kepada ayahnya sekaligus ketaatan kepada Allah SWT. Keikhlasan Nabi Ismail adalah bukti keberhasilan penanaman tauhid dari seorang ayah kepada anaknya sejak dini.

Dikaitkan dengan manajemen pendidikan, peristiwa yang menjadi asal mula ibadah Qurban tersebut memberikan banyak Pelajaran. Kisah itu itu juga dapat menjadi cetak biru (blueprint) manajemen pendidikan karakter dan kepemimpinan yang sangat modern, antara lain:

1.   Pendidikan Berbasis Karakter

2.   Participative Leadership

3.   Manajemen Komunikasi

Pendidikan Berbasis Karakter

Keikhlasan Nabi Ismail melaksanakan perintah Allah SWT adalah buah dari penanaman tauhid Nabi Ibrahim sejak dini. Dalam Manajemen pendidikan, karakter unggul tidak terbentuk dari sekadar pemahaman teori di kelas, tetapi juga dari praktik di lapangan melalui latihan dan proses yang panjang. Kolaborasi sekolah dan keluarga memainkan peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter mulia pada diri anak.

Participative Leadership, dan Komunikasi dua arah

Nabi Ibrahim tidak memerintahkan anaknya agar melaksanakan perintah Allah SWT secara otoriter. Bapak para Nabi tersebut mengajarkan urgensi menghargai martabat anak sebagai fondasi utama dalam pendidikan karakter. Komunikasi resiprokal—transparan tentang tujuan, terbuka pada dialog, dan penuh penghormatan—terlihat dari percakapan keduanya.

Dalam manajemen pendidikan, Gaya kepemimpinan yang melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan terkadang sangat diperlukan (Participative Leadership). Oleh sebab itu, seorang pemimpin harus mampu mengomunikasikan visi besarnya kepada orang-orang yang dipimpinnya, serta mempraktikkan komunikasi dua arah dalam rangka membangun kesadaran kolektif. Pemimpin lembaga pendidikan harus meneladani gaya komunikasi Nabi Ibrahim (Role Model), yakni menjelaskan visi besar, meminta pendapat, dan melibatkan warga sekolah dalam proses pendidikan.

Dalam perspektif pendidikan, percakapan antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail  menggambarkan keberhasilan manajemen pendidikan karena mampu mengubah instruksi/perintah (kurikulum) menjadi sebuah kesadaran sukarela untuk melaksanakannya.

  

0

Posting Komentar