FdBNug3og029aauasyNXlTFHjRJFgNaKycZdy6mc

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Strategi Kelas Tangguh Cegah Bullying dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental Anak


Bullying kini menjadi ancaman menakutkan. Di sepanjang tahun 2025 , KPAI melaporkan 25 anak bunuh diri termasuk di lingkungan sekolah. Ini meresahkan para orang tua, khawatir terjadi sesuatu kepada putra-putrinya di sekolah.

Bersama Tati Akhbariyyah, SS.,S.Pd.,M.Pd dan Muhammad Arsyad, M.Ps, Saya diminta menjadi salah salah seorang narasumber memerangi praktik bullying di sekolah melalui kegiatan Sosialisasi Dampak Perundungan terhadap Mental Anak yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Barito Kuala (Batola) pada Rabu 26 November 2026. _ https://www.katabanua.com/disdik-batola-gelar-sosialisasi-anti-perundungan-dorong-sekolah-ramah-anak-dan-lingkungan-belajar-aman/

Di kegiatan yang dibuka oleh Plt  Kepala Dinas Pendidikan, Lulut Widiyanto, S.Pd.,M.M tersebut, Saya memaparkan materi mencegah perundungan di sekolah, dan menanggulangi dampak yang ditimbulkannya kepada 26 perwakilan guru SD dari kecamatan yang ada di Batola dari persepktif manajemen pendidikan.

Menurut saya, salah satu upaya mencegah bullying adalah dengan membangun fondasi kelas yang tangguh, dengan cara mempraktikkan:

1.   Melalui iklim kelas positif

Guru melibatkan siswa dalam membuat aturan bersama di kelas. Peraturan berisi perintah dan larangan yang disepakati harus ditaati seluruh siswa, termasuk konsekuensi atas pelanggarannya.

2.   Menanamkan karakter baik

Selain memberikan keteladanan, menjadi inspirator, fasilitator, dan pembimbing, Guru menanamkan karakter baik kepada siswa melalui cerita yang menambah pengetahuan/ menggugah perasaan yang berdampak pada munculnya kesadaran siswa berperilaku baik.

3.   Melalui literasi digital yang proaktif

Guru memahamkan siswa untuk berpikir dampak dari dari postingan di medsos. Tidak hanya membagikan materi Pelajaran, Guru sebaiknya juga proaktif memantau komunikasi dalam grup di grup WhatsApp.

Apabila  bullying terjadi, guru harus cepat melakukan tindakan penanggulangan dengan melakukan langkah-langkah berikut:

1. Protokol STOP

(1)    Segera hentikan aksi bullying dengan tegas,

(2)    Tunjukan dukungan kepada korban dengan cara memastikan korban merasa aman dan didengarkan

(3)    Observasi keadaan untuk mengumpulkan data

(4)    Proses data yang terkumpul, dan laporkan tindakan bullying kepada pihak terkait/ pihak yang bertanggung jawab.

2. Strategi penanggulangan dampak: Pendekatan Restoratif dan Kolaboratif

Guru melakukan restoratif berbasis kearifan lokal dengan mempertemukan korban, pelaku dan orang tua kedua belah pihak. Kemudian menguatkan kolaborasi guru, orang tua, dan siswa, serta membantu siswa memulihkan kesehatan mentalnya  korban, dan mendorong reintegrasi pelaku. Tidak kalah pentingnya Adalah Guru segera menciptakan lingkungan sekolah zero bullying agar tidak terjadi lagi tindakan serupa.

Saya sangat mengapresiasi kegiatan Sosialisasi Dampak Perundungan terhadap Mental Anak yang diagendakan Disdik Batola bekerja sama dengan Komunitas Ibu Cerdas Indonesia (KICI) Batola yang diketuai  Ria Astuti Amd. Keb. Semoga dengan ikhtiar ini, kesadaran tentang bahaya bullying semakin meningkat, dan menambah wawasan bagi para guru SD di wilayah Kabupaten Batola tentang strategi mencegah bullying dan menanggulangi dampaknya.

0

Posting Komentar