FdBNug3og029aauasyNXlTFHjRJFgNaKycZdy6mc

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Manajemen Kelas Islami: Iwan Perdana Ph.D Tekankan Pentingnya Pendidikan Berbasis Koneksi dan Kolaborasi



Dalam rangka menambah wawasan guru mendidik generasi Gen Z dan Gen Alpha, SMK Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin menghadirkan Iwan Perdana, Ph.D, pendiri Yayasan Lanting Literasi Indonesia, sebagai narasumber dalam kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) guru, pada Selasa (4/11/2025).

Kepala SMK Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Humaidi S.Pd, dalam sambutannya mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi guru dalam mendidik generasi Z dan Alpha sangat berat. Menurut Beliau, karakteristik siswa zaman sekarang sangat berbeda dari zaman dulu. Siswa sekarang lebih kritis, dan mandiri serta lebih menyukai teknologi dalam proses pembelajaran.

Iwan Perdana memulai materi dengan memaparkan perbedaan antara Gen Z dan Alpha terlebih dahulu kepada audiens. Dijelaskan bahwa Gen Z tumbuh saat teknologi berkembang (era transisi digital). Mereka lebih fokus pada isu sosial dan keberlanjutan. Sedangkan Gen Alpha lahir di era digital yang sudah matang dan tidak mengenal dunia tanpa internet. Mereka terbiasa dengan otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) sejak lahir.

Pemateri menjelaskan bahwa kini tidak cukup bagi guru sekadar menguasai materi. Di zaman ini, sebagai pendidik profesional, guru juga dituntut mampu berkomunikasi dengan baik, menguasai teknologi dan memiliki kesabaran dalam mengajar, membimbing, dan mendampingi siswa.

Iwan Perdana menyatakan guru SMK Islam Sabilal Muhtadin dapat mempraktikkan manajemen kelas Islami berbasis koneksi dan kolaborasi untuk menghadapi generasi yang hampir tak pernah lepas dari handphone ini. Beliau mengungkapkan ada empat pilar manajemen Islami yang dapat dipraktikkan guru, yaitu: (1) Rahmah: kasih sayang, (2) Syura, (3) Al ‘Adl, dan (4) Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Kemampuan guru menciptakan suasana kelas interaktif, visual, dan kebebasan berekspresi sangat penting untuk mendukung terimplementasinya ke empat pilar tersebut.

Diskusi hangat terjadi setelah pemaparan. Beberapa guru bertanya terkait materi, ada juga yang memaparkan pandangan, dan menceritakan pengalamannya mengajar generasi Z dan Alpha. Sebelum acara ditutup, pemateri mengatakan selaras dengan visi SMK Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin “Meluluskan Murid Islami, Kompeten, dan beprestasi,” para siswa yang dididik dengan pendekatan rahmah akan menjadi pribadi memiliki perasan lembut penuh kasih sayang. Praktik Syura dan Al ‘Adl mendorong mereka mampu berkolaborasi, dan tak kalah pentingnya guru melakukan refleksi diri dalam menjalankan tugas profesionalnya.

Kegiatan komunitas belajar yang dilaksanakan pukul 09.00 WITA, dan berakhir pukul 12.00 WITA ini berjalan lancar dan sukses.

 

 

Posting Komentar

Posting Komentar