Sejak kecil saya gemar nonton film kartun. Donal Bebek, Tom & Jerry, dan masih banyak kartun lainnya yang menjadi hiburan di hari libur. Selain kartun, film yang populer di masa kanak-kanak dan menjadi tontontan favorit saya antara lain Megaloman, The Flintstones, Gavan, Sarivan, Lion Man, dan Goggle-V. Nontonnya pun seru, di rumah tetangga karena kami tidak punya Televisi.
Di antara film-film tersebut, ada salah satu kartun bertema robot yang membekas di ingatan saya, Voltus V. Film ini pertama kali tayang pada tahun 1977. Film ini berkisah tentang lima anak muda yang mengoperasikan robot raksasa untuk menyelamatkan bumi dari serangan alien Planet Boazania.
Diceritakan kelima anak muda tersebut sudah dipersiapkan sejak dini.Kelima anak-anak muda itu:
Kelima pahlawan tersebut bersatu padu, bahu membahu membela bumi dari serangan Prins Heinell, pemimpin alien dari Planet Boazania. Setiap episode film ini mampu membawa imajinasi saya terbang melintasi batas nalar. Membuat saya ingin menjadi pahlawan pembela bumi juga 😊.
Voltus V dan POAC: Blueprint Organisasi Pendidikan Berbasis Sinergi Tim
Merujuk teori POAC oleh George R. Terry (1909-1979), seorang pakar manajemen asal Perancis yang mengemukakan prinsip manajemen POAC: Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling, dalam buku Principles of Management. Saya menggunakan kacamata hibrida analogi-metafora untuk menjelaskan hubungan antara teori POAC dan Voltus V sebagai berikut:
1. Perencanaan (Planning): Menyusun Strategi Pendidikan ala Tim Voltus V
Sebelum ditugaskan mengoperasikan robot raksasa, kelima anak muda tersebut dilatih sejak dini agar siap bertarung membela bumi sesuai dengan keahliannya. Tujuannya jelas yaitu mempertahankan bumi dari invasi alien.
Dalam konteks pendidikan, untuk menghasilkan generasi berkualitas, lembaga pendidikan harus melakukan perencanaan dengan cermat. menganalisis kebutuhan kompetensi guru dan siswa, menyusun kurikulum berbasis kemampuan menjawab tantangan zaman, dan menetapkan indikator keberhasilan.
2. Pengorganisasian (Organizing): Spesialisasi Peran
Setiap anggota tim Voltus V memiliki peran yang berbeda. Ada pemimpin, ahli bela diri dan strategi pertahanan, jenius di bidang mekanik dan robotika, ahli spionase dan ahli menggunakan senjata.
Setiap unsur dalam lembaga pendidikan memiliki perannya masing-masing. Setiap peran menuntut profesionalitas. Pendelegasian tugas sebagai peran yang harus dipraktikkan idealnya sesuai dengan spesialisasi atau kompentensi yang dimiliki setiap anggota.
3. Pelaksanaan (Actuating): Koordinasi Tim _Belajar dari Mekanisme Operasional Voltus V
Robot Voltus V tidak akan dapat memenangkan pertempuran apabila kelima anak muda pengendalinya tidak bekerja sama dalam mengoperasikan robot raksasa tersebut. Koordinasi menjadi kata kunci keberhasilan mereka menghancurkan robot yang dikirim Heinell ke bumi. Koordinasi memungkinkan mereka selalu beradaptasi dengan baik dan cepat untuk menghadapi pertarungan dengan robot lawan berikutnya.
Lulusan berkualitas sesuai visi sekolah sangat tergantung pada kemampuan seluruh anggota organisasi berkoordinasi di setiap kegiatan. Koordinasi dalam pelaksanaan program sekolah membantu menyelaraskan kegiatan, mengurangi tumpang tindih tugas, dan meningkatkan efisiensi sehingga lembaga pendidikan dapat mencapai tujuan pendidikan dengan lebih efektif dan efisien.
4. Pengendalian (Controlling): Evaluasi Mutu Pendidikan_Sistem Pertahanan ala Boazania.
Boazania selalu menciptakan robot baru untuk melawan Voltus V. Tentu ini berdasarkan hasil evaluasi setelah melihat kelebihan robot ciptaan makhluk bumi tersebut.
Dikaitkan dengan konteks organisasi pendidikan. Lembaga pendidikan harus melakukan langkah-langkah pengendalian sebagai bentuk evaluasi mutu pendidikan. Pimpinan harus melakukan monitoring proses pembelajaran melalui supervisi akademik, dan membuat keputusan berdasarkan hasil evaluasi berbasis data. Ini penting dalam rangka mekanisme perbaikan berkelanjutan. Pemimpin lembaga pendidian harus mendorong terciptanya kreativitas baru untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah dan mencegah terulangnya kekeliruan serupa.
Urgensi Kolaborasi dalam POAC
Untuk mencapai hasil terbaik, diperlukan kolaborasi semua pihak yang terlibat. Sinergi tim menjadi kunci utama dalam menciptakan kerja sama tim yang efektif. Seorang pemimpin harus mampu mengarahkan seluruh anggota tim berpartisipasi aktif mengambil peran produktif dalam bingkai semangat kebersamaan.





1 komentar